Categories
Blog

Inilah Tips Memulai Olahraga Untuk Orang yang Obesitas

Memiliki tubuh yang terlalu gemuk tentu bukan lah dambaan semua orang. Pasalnya, apabila tubuhmu berukuran besar, pasti bakal sulit untuk bergerak dan mudah ngos-ngosan. Selain itu, dilihat dari segi penampilan juga kurang menarik. Memulai olahraga bagi orang yang obesitas emang nggak gampang. Tapi, jika diterapkan dengan tepat, bisa jadi gaya hidup yang menyenangkan, loh! Bagaimana tips memulai olahraga untuk orang yang obesitas supaya dapat menjadi kebiasaan baik bagi mereka?

Memulai Olahraga Untuk Orang yang Obesitas

Memilih latihan fisik yang aman adalah cara terbaik untuk memulai olahraga bagi kamu yang obesitas. Sebab, kondisi tersebut menyebabkanmu rentan mengalami stress organ jantung, persendian dan jaringan tulang. Oleh karenanya, olahraga yang terlalu cepat dengan beban terlalu berat bisa menimbulkan cedera.

Sebetulnya, kamu bebas mencoba olahraga apa saja. Tapi, lebih aman bila yang dipilih ialah olahraga low-impact. Misalnya, kalau kamu punya masalah lutut, lebih baik melakukan olahraga low-impact, seperti berenang atau bersepeda.

Setelah menentukan jenis olahraga yang hendak dijalankan, kamu harus melakukannya secara konsisten dan tanpa paksaan, ya! Jangan memikirkan akan berkurang berapa banyak berat badanmu nanti. Tanamkan pemikiran bahwa kamu berolahraga karena ingin lebih sehat. Dengan fokus pada tujuan ini, berat badanmu akan turun dengan sendirinya.

Bagi yang nggak pernah berolahraga sama sekali, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Durasi Olahraga yang Tepat Untuk Orang yang Obesitas

Kalo kamu baru memulai olahraga, durasi yang disarankan adalah 10-15 menit, tiga hari per minggu. Berikutnya, jika tubuhmu telah beradaptasi, tambah waktunya menjadi 30-60 menit per hari. Selanjutnya, kamu bisa menambahkan durasi olahraga minimal 150 menit per minggu.

Kamu dapat melakukan latihan fisik dengan durasi minimal 30 menit per hari, 5 hari per minggu. Nggak harus langsung 30 menit untuk sekali sesi. Kamu bisa membagi waktunya. Misal 10 menit masing-masing di pagi hari, usai makan siang dan sore hari.

Agar keberhasilan dalam berolahraga bisa kamu raih, sebaiknya jadwalkan kegiatan tersebut di waktu yang sama setiap hari. Misalnya, sebelum memulai aktivitas di pagi hari. Ulangi kegiatan tersebut secara terus menerus hingga menjadi kebiasaan.

Saat berolahraga, jangan terpaku pada jam. Fokus dan nikmati lah gerakan yang kamu lakukan hingga durasinya habis.

Tips Olahraga Untuk Obesitas Supaya Tidak Mudah Jenuh

Semuanya, tuh, tergantung sama niat. Pupuk dalam pikiranmu bahwa gaya hidup sehat harus dijadikan sebagai kebiasaan. Bukan hal yang hanya dilakukan buat sementara waktu. Berikut beberapa tips memulai olahraga untuk orang yang obesitas adalah

1. Fokus Pada Gerakan Yang Dilakukan.

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan lah berkecil hati apabila targetmu belum tercapai. Jika kebugaranmu semakin meningkat, tentu gerakan-gerakan yang sebelumnya belum berhasil dilakukan bisa kamu lakukan seolah seperti membalikkan telapak tangan.

2. Ajak Teman Atau Keluarga

Supaya nggak jenuh saat berolahraga, kamu dapat mengajak teman atau anggota keluarga. Tentu dengan adanya mereka, kamu bakal lebih bersemangat. Bila ingin mendapat bantuan untuk mengatur gerakan dan jadwal olahraga, kamu bisa menyewa personal trainer.

3. Tambahkan Latihan Kelenturan Dan Kekuatan

Ingin manfaat olahraga yang kamu rasakan lebih optimal? Tambahkan latihan kelenturan dan kekuatan, di samping olahraga utama yang kamu lakukan. Latihan tersebut bisa kamu lakukan sebanyak 2-3 kali per minggu. Pastikan untuk melakukan peregangan sesudah melakukannya guna membantu mempercepat proses pemulihan.

Tips memulai olahraga untuk orang yang obesitas akan sukses jika kamu mengabaikan angka timbangan. Ingat sekali lagi, ini bukan tentang angka, melainkan kesehatan. Jika badanmu semakin sehat, tentu berat badan bakal turun dengan sendirinya.

Categories
Blog

11 Dampak Mengonsumsi Minuman Berenergi Untuk Kesehatan

Sesuai namanya, minuman berenergi merupakan minuman yang difungsikan untuk menambah energi. Minuman tersebut mengandung kafein dalam dosis tinggi dan umumnya dikonsumsi oleh kuli, olahragawan serta mereka yang jam kerjanya tinggi dan kerap beraktifitas di malam hari. Oleh karena itu terdapat dampak mengonsumsi minuman berenergi.

Tapi, di balik manfaatnya, ternyata efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi minuman berenergi secara berlebihan lumayan parah, loh! Dampak mengonsumsi minuman berenergi terlalu sering bahkan bisa membuat seseorang terkena penyakit kronis, seperti gagal jantung yang berujung pada kematian.

Kandungan Minuman Berenergi

Minuman yang bisa membangkitkan tenaga serta semangat ini secara umum merupakan jenis minuman non-alkohol yang mengandung kafein, asam amino taurine dan vitamin B (B3, B5, B6 dan B12). Minuman tersebut punya banyak varian rasa dan biasanya diberi perasa buah buatan untuk menambah rasa segar saat dikonsumsi.

Nggak cuma remaja dan orang dewasa saja yang menggandrungi minuman berenergi, orang tua hingga anak-anak di bawah umur pun menyukainya. Alasan mereka mengonsumsi minuman itu adalah untuk memperoleh kesegaran dan supaya bisa tetap beraktifitas sepanjang hari.

Dampak Mengonsumsi Minuman Berenergi

Tapi, kandungan multivitamin di dalamnya tidak membuat minuman berenergi jadi minuman sehat jika tidak dikonsumsi tanpa dosis yang tepat. Bahkan, ada berbagai masalah yang menanti apabila kamu mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama, antara lain:

1.Menyebabkan Sakit Kepala dan Migrain

Kandungan kafein pada minuman berenergi bisa membuatmu merasakan pusing atau sakit kepala. Efek tersebut biasanya dialami oleh mereka yang nggak pernah mengonsumsi kafein. Rasa pusing itu sendiri dipicu oleh kecemasan karena jantung berdebar dan waktu istirahat yang terganggu akibat tubuh sulit untuk ditidurkan.

2. Mengalami Insomnia

Mengonsumsi minuman energi membantumu tetap segar dan terjaga. Tapi, jika berlebihan bisa membuatmu tidak mengantuk sama sekali yang justru menimbulkan efek buruk, baik bagi kesehatan fisik maupun mental, salah satunya mengganggu fungsi otak, membuatmu jadi susah berkonsentrasi.

Hal ini dikarenakan kafein yang terkandung di dalamnya menghambat efek adenosin, zat kimia pada otak yang mempengaruhi siklus istirahatmu. Sehingga, rasa kantukmu jadi hilang.

3. Bikin Tekanan Darahmu Tinggi

Kamu yang punya tekanan darah tinggi harus waspada. Sebab, kamu punya resiko lebih besar untuk mengalami stroke dan masalah kesehatan lainnya. Kondisinya bakal lebih parah kalau kamu mengonsumsi minuman berenergi. Menurut data Mayo Clinic, kenaikan darah akibat minuman tersebut mencapai 6,4%, loh!

4. Meningkatkan Rasa Cemas dan Stress

Minuman berenergi memiliki efek bisa menambah kecemasan pada seseorang. Sehingga, kamu yang punya gangguan kecemasan nggak disarankan buat mengonsumsinya. Rasa cemas yang muncul kadang diikuti oleh rasa marah, bingung, depresi, lapar, lelah hingga mual.

Selain kecemasan, minuman tersebut bisa menimbulkan stress. Menurut Mayo Clinic, 240 mg minuman berenergi dapat meningkatkan norepinephrine, yakni hormon yang bikin kamu tetap fokus dan terjaga selama stress sampai 74%. Jadi, meminumnya bisa meningkatkan stress hingga dua kali lipat.

5. Sebabkan Ketergantungan

Dampak mengonsumsi minuman berenergi berikutnya adalah membuat tubuh jadi ketergantungan, sama kayak kafein. Jika sudah sampai tahap yang sulit dihilangkan, kamu mungkin bakal mengalami sakit kepala sebagai gejala dari withdrawal atau disebut juga dengan sakaw.

Selain kafein, ketergantungan tersebut juga disebabkan oleh kandungan sodium sitrat yang berfungsi untuk mengawetkan glukosa. Jadi, sensasi energi yang kamu rasakan cuma sebentar. Nantinya, tubuhmu akan lemas kembali.

6. Membuat Tubuh Dehidrasi

Kafein dalam minuman berenergi memaksa ginjal memaksimalkan kinerjanya guna mengeluarkan cairan dari tubuh. Sehingga, tubuh akan mengeluarkan cairan lebih banyak dan lebih sering. Hal itu mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi. Di samping itu, kandungan glukosa yang tinggi akan menghalangi penyerapan air dalam tubuh dan menimbulkan kondisi yang serupa.

7. Mengalami Overdosis Vitamin B

Dalam minuman berenergi, terkandung beragam vitamin B, satu di antaranya vitamin B3 alias niacin. Umumnya, vitamin B umumnya hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil dan bisa dicukupi tanpa harus mengonsumsi suplemen atau minuman berenergi.

Maka, bila asupan vitamin B berlebihan, misal karena meminum minuman berenergi lebih dari satu kemasan dalam sehari, mungkin kamu bisa alami keracunan atau overdosis vitamin B. Gejalanya, yaitu pusing, detak jantung meningkat, muntah-muntah, diare, gatal hingga asam urat. Nggak menutup kemungkinan kamu mengalami kondisi hipervitaminosis B yang jadi awal dari kerusakan liver dan syaraf.

8. Menimbulkan Masalah Pada Jantung

Kafein pada minuman berenergi punya dampak yang buruk terhadap kinerja jantung. Bahkan, bila dikonsumsi dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan serangan jantung secara tiba-tiba. Selain itu, kandungan taurine dan guarana di dalamnya juga punya efek yang sama.

Journal of Amino Acids menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman berenergi rentan mengalami gagal jantung. Sebab, minuman itu mendorong jantung buat berkontraksi. Kondisi ini nggak cuma dialami para orang tua, loh, melainkan anak muda. Jadi, kamu harus waspada, ya. Jangan mengonsumsinya di atas 250 ml per hari.

9. Menyebabkan Penyakit Diabetes Mellitus

Terkena penyakit diabetes mellitus adalah dampak mengonsumsi minuman berenergi selanjutnya. Hal ini disebabkan karena dalam minuman itu terdapat kadar glukosa yang tinggi. Sehingga, bila diminum terlalu sering bisa ber-efek pada defisiensi insulin akibat banyaknya gula dalam darah. Apalagi kalau ditambah makanan lain yang juga tinggi akan kandungan glukosa. Bakal bikin kinerja pankreas untuk memproduksi hormon terbebani.

10. Merusak Ginjal

Mengonsumsi minuman berenergi secara berlebihan bisa mengganggu kemampuan ginjal dalam mem-filter darah kotor. Hal ini sangat berbahaya bagi tubuh. Sebab, organ ginjal dapat mengalami kerusakan dan membuat penderita harus mencuci darah secara rutin.

11. Menghambat Kinerja Otak

Menurut penelitian yang dilakukan pada 2010 lalu, konsumsi kafein dalam minuman berenergi dalam jumlah banyak bisa menghambat kinerja otak. Minuman tersebut emang bisa menambah kemampuan kognitif otak. Tapi, jika dikonsumsi secara berlebihan justru berefek sebaliknya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa minuman berenergi dengan dosis 1,8 ml/kg terbukti mampu membantu seseorang berkonsentrasi. Namun, dengan dosis 5,4 ml/kg atau tiga kali lipat lebih banyak malah akan mengurangi konsentrasi seseorang.

Minuman berenergi emang bisa bikin kamu tetap semangat sepanjang hari. Tapi, sebenarnya itu cuma “bentuk pemaksaan”  yang justru dapat menyebabkannya rusak. Tubuh kamu harus mendapatkan istirahat yang cukup agar energi yang terbuang terisi kembali.

Pokoknya, pikir-pikir lagi, deh, kalo mau mengonsumsi minuman berenergi. Selain itu, perhatikan dosisnya agar terhindar dari dampak mengonsumsi minuman berenergi untuk kesehatan di atas.

Categories
Blog

Pengaruh Stress Terhadap Rutinitas Sehari-hari

Pengaruh Stress bisa bikin hidupmu berantakan. Aktivitas terganggu, produktivitas berkurang, susah tidur dengan nyenyak hingga membuat kondisi kesehatanmu menurun. Jika sudah seperti itu, rutinitasmu nggak bakal berjalan dengan baik karena pikiranmu hanya terfokus pada masalah yang tengah dihadapi.

Tapi, jangan meremehkan pengaruh stress terhadap rutinitas, ya, sekecil apapun itu! Sebab, kalau dibiarkan terus-menerus bisa berakibat fatal, bahkan berpotensi mengacaukan kehidupanmu, loh!

Dampak Stress Terhadap Rutinitas

Tumpukan berkas-berkas di meja kerja yang nggak kunjung habis, kurang tidur, cicilan yang tidak segera lunas serta berbagai hal kurang enak lainnya dapat memicu stress dengan mudah. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, stress nggak hanya mengganggu produktivitas, melainkan bisa mengacaukan beberapa hal dalam hidupmu.

Melakukan aktivitas ketika pikiranmu sedang error tentu bukan lah perkara yang mudah. Malah mungkin membuat sesuatu yang kamu kerjakan jadi sulit untuk diselesaikan. Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan pengaruh stress terhadap kehidupan mereka. Sehingga, siklus, seperti kurang tidur, telat makan dan sebagainya bakal terus berlanjut hingga kamu bisa mengelola stress dengan baik. Apa saja, sih, pengaruh stress yang bisa kamu alami? Simak ulasannya berikut!

Susah Fokus

Stress merupakan respon tubuh terhadap pikiran negatif, ancaman dan tekanan fisik maupun psikologis. Tubuh yang tengah dilanda stress biasanya bakal melakukan self defense mechanism atau pertahanan diri sebagai bentuk perlindungan. Itulah kanapa stress bisa bikin kamu susah fokus buat ngelakuin apapun. Bahkan, membuat pikiranmu mudah terganggu oleh sekeliling.

Seorang penulis buku yang berkaitan dengan kondisi stress, Heidi Hanna, PhD, menyampaikan bahwa stress membuat otakmu memikirkan cara buat keluar dari masalah. Akhirnya, semua energi otak untuk memproteksi diri diambil alih oleh rasa takut dan pengaruh stress.

Sulit Mengontrol Emosi

Pengaruh stress terhadap rutinitas yang kedua, yaitu membuat orang kesulitan mengontrol emosi. Penelitian yang dipublish oleh Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa stress, bahkan yang levelnya ringan sekali pun bisa membuat seseorang kesulitan untuk mengendalikan emosi.

Tentu kamu tahu bahwa saat sedang stress, biasanya seseorang akan mudah sekali terbawa emosi dan sulit untuk berpikir dengan jernih. Bahkan, masalah yang sepele aja bisa bikin mereka mudah tersulut dan marah.

Susah Melindungi Tubuh dari Penyakit

Stress kadang bikin kamu jadi gampang lelah dan sakit hingga mengurangi produktivitas harian. Hal ini dikarenakan stress bisa bikin daya tahan tubuh yang seharusnya melawan sel-sel penyebab penyakit menurun.

Direktur TherapyNest, sebuah klinik terapi di Amerika Serikat, Aarti Gupta, PsyD mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan jelek, kayak tidur terlalu malam, terlambat makan dan merokok bakal makin menjadi-jadi kalau dilakukan saat kamu sedang stress. Hal tersebut ikut ambil bagian dalam penyebab kamu jatuh sakit.

Sulit Tidur Lelap

Normalnya, hormon kortisol yang diproduksi oleh tubuh meningkat di pagi hari dan turun secara bertahap hingga malam hari. Nah, penurunan hormon kortisol ini lah yang bikin kamu mengantuk hingga tertidur.

Saat stress, produksi hormon kortisol justru meningkat dan memicu otak untuk bekerja aktif melawan stressor atau penyebab stress. Akibatnya, bukannya ngantuk, kamu malah terjaga semalaman dan memikirkan masalah yang tengah dialami.

Susah Melihat Kebaikan Seseorang

Di poin pertama telah disebutkan bahwa stress adalah bentuk self defense mechanism terhadap sesuatu yang oleh tubuh dianggap berbahaya. Maka dari itu, stress umumnya bikin kamu cenderung lebih fokus pada hal-hal negatif dibanding positif.

Kamu pasti pernah, kan, merasa kesal ketika melihat orang yang melanggar lalu lintas dan nggak mau mengakui kesalahannya? Rasanya kayak pengen meluapkan segala emosi yang sedang kamu rasakan pada orang tersebut.

Tapi, di momen lain, tetangga yang menyapamu dengan senyum dan sapaan ramah saja nggak kamu abaikan karena stress yang telah memuncak. Bahkan, mungkin kamu memberikan respon yang kurang enak pada mereka.

Pengaruh stress terhadap rutinitas ternyata nggak cuma bikin produktivitasmu berkurang, tapi kondisi kesehatanmu pun kian memburuk. Oleh karenanya, hindari hal-hal yang menyebabkan kamu gampang stress. Bentengi dirimu dengan aktivitas yang bisa menaikkan mood dan membuatmu senantiasa bahagia!

Categories
Blog

Kenali, Yuk, 5 Alasan Mengapa Masyarakat Perkotaan Mudah Depresi!

Selama ini mungkin kamu yang tinggal di pedesaan berharap bisa merantau ke kota untuk mengadu nasib. Karena seperti yang kita tahu, di perkotaan ada ratusan hingga ribuan lapangan pekerjaan yang terbuka lebar. Selain itu, gaji di perkotaan juga jauh lebih besar dibanding di desa. Bahkan, berkali-kali lipat. Tapi mengapa masyarakat perkotaan mudah depresi?

Tapi, di sisi lain, nggak sedikit masyarakat perkotaan yang justru ingin tinggal di desa. Sebab, mereka merasa bahwa hidup selamanya di kota hanya akan menambah tekanan yang dialami. Sehingga, resiko untuk menderita depresi jadi lebih tinggi. Benar kah demikian? Simak aja, yuk, alasan mengapa masyarakat perkotaan lebih mudah depresi berikut ini!

Alasan Kenapa Masyarakat Kota Rentan Alami Depresi

Terlepas dari banyaknya kemudahan yang bisa diperoleh, baik itu dari segi transportasi, akomodasi dan informasi, tinggal di perkotaan ternyata dapat menjadi musibah bagi sebagian orang. Sebab, pressure yang mereka terima semakin tinggi. Akhirnya, depresi pun nggak bisa dihindari.

Depresi sendiri dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya lingkungan. Riset yang dilakukan oleh Centre for Urban Design and Mental Health menemukan bahwa orang yang tinggal di kota-kota besar beresiko mengalami depresi dan skizofrenia 40% lebih besar dibanding orang yang hidup di desa. Kenapa itu bisa terjadi?

Tekanan Pekerjaan

Berbeda dengan pedesaan, persaingan kerja di kota-kota besar sangat lah tinggi. Sehingga, menuntut mereka untuk terus maju supaya tidak ketinggalan. Hal itu tanpa disadari bisa membuat mereka semakin tertekan. Tekanan tersebut makin diperparah dengan tuntutan di tempat kerja yang terus bertambah.

Sebetulnya tiap orang punya caranya tersendiri untuk menghadapi tekanan yang mereka alami. Tapi, penelitian yang dilakukan oleh Central Institute of Mental Health, Jerman menyebutkan bahwa mereka yang tinggal di perkotaan pada kenyataannya sulit dalam mengatasi pressure tersebut.

Cuma Fokus Sama Goals

Selain tekanan pekerjaan, salah satu alasan mengapa masyarakat perkotaan lebih mudah depresi adalah karena mereka cenderung mengejar banyak goals, kayak harta atau popularitas. Nah, dalam meraih tujuannya, nggak jarang dari mereka yang melupakan banyak hal lain yang tidak kalah penting.

Sehingga, esensi untuk menikmati hidup pun nggak didapatkan. Itu membuat mereka rentan mengalami depresi karena selalu tidak pernah merasa puas.

Arus Informasi yang Terlalu Deras

Tentu kamu juga merasa, bukan, bahwa semakin hari akses informasi semakin mudah dan cepat? Nah, hal tersebut membawa kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, kita jadi lebih mudah memperoleh berbagai informasi dari dunia maya. Tapi, di sisi lain, informasi yang mengalir dengan cepat tersebut membikin kita jadi kesulitan untuk menyerapnya. Khususnya buat kamu yang tinggal di perkotaan.

Ketika satu informasi belum terserap dengan sempurna, masyarakat di kota-kota besar cenderung telah disuguhi infomasi yang lebih baru secara terus-menerus.

Kurangnya Interaksi dengan Orang Sekitar

Secara nggak langsung beberapa faktor sebelumnya membuat masyarakat perkotaan mempunyai hubungan yang lemah dengan lingkungan sekitar. Apalagi kemajuan teknologi semakin pesat, menyebabkan interaksi mereka dengan orang lain semakin berkurang.

Sebagai contoh, saat ini telah hadir berbagai aplikasi yang mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan, berbelanja secara online dan lain sebagainya. Kian melemahnya hubungan tersebut, mengakibatkan masyarakat perkotaan kehilangan arti kebersamaan dengan orang di sekitarnya.

Kemacetan

Berkaitan dengan poin pertama, tekanan pekerjaan yang semakin tinggi membuat ritme kerja masyarakat perkotaan jadi sangat padat. Kondisi itu kian diperburuk dengan kemacetan yang bikin mereka menghabiskan lebih banyak waktu di jalanan, dihibur oleh kebisingan dan polusi. Hal tersebut tentu nggak baik untuk kesehatan mental.

Seorang professor dari University of Waterloo, Kanada, Colin Ellard, mengungkapkan bahwa terlalu lama berada di lingkungan yang penat bisa membuat seseorang menjadi stress.

Nggak selamanya hidup di kota itu enak. Yang ada di bayanganmu mungkin kehidupan masyarakat perkotaan jauh lebih makmur dan sejahtera daripada masyarakat yang tinggal di desa. Padahal belum tentu demikian.

Kalo kamu udah mantap untuk tinggal di kota, ya, silakan. Tapi, kamu harus siap menanggung segala resikonya. Pertimbangkan pula alasan mengapa masyarakat perkotaan lebih mudah depresi di atas.

Categories
Blog

Mengenal Nature Deficit Disorder Bagi Kesehatan!

Kapan terakhir kali kamu liburan? Seminggu yang lalu? Sebulan yang lalu? Atau, bertahun-tahun yang lalu? Parah, sih, kalo itu. Mungkin rutinitas kerja yang padat bikin kamu nggak bisa menikmati hari libur dengan jalan-jalan bareng keluarga ke pantai, puncak atau tempat-tempat lainnya yang enak buat refreshing.

Padahal, liburan itu perlu. Untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan akibat banyaknya kesibukan. Kalo kurang piknik, kamu bisa kena Nature Deficit Disorder, loh! Apakah itu?

Mengenal Nature Deficit Disorder

Bila kamu aktif di sosmed, tentu nggak asing dengan istilah ‘kurang piknik’. Biasanya, istilah tersebut digunakan sebagai respon terhadap komentar yang bernada kurang santai atau ejekan bagi orang yang sensitif dan mudah emosi.

Emang ada betulnya, sih. Orang yang jarang piknik bisa stress, apalagi jika pekerjaan semakin menumpuk. Terdapat penelitian yang membuktikannya, loh! Fenomena kurang piknik ini disebut dengan Nature Deficit Disorder (NDD).

NDD sendiri kalau diterjemahkan secara harafiah berarti gangguan yang disebabkan oleh kekurangan alam. Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis buku berjudul “Last Child in the Woods: Saving Our Children From Nature-Deficit Disorder”, Richard Louv.

Louv menggunakan istilah itu untuk mendeskripsikan kondisi manusia, khususnya anak-anak yang cuma menghabiskan sedikit waktu buat bermain di luar dan mereka lebih berpotensi mengalami beragam ganggguan kesehatan.

Sampai saat ini, NDD belum diakui sebagai kondisi medis atau penyakit mental. Tapi, Louv telah mengumpulkan banyak bukti bahwa istilah tersebut bisa dipakai untuk mendeskripsikan mereka yang mengasingkan diri dari alam.

Penyebab Nature Deficit Disorder

Berdasarkan hasil risetnya, Richard Louv memperoleh kesimpulan bahwa NDD disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Orang tua yang terlalu protektif karena khawatir akan keamanan dan keselamatan anak di luar rumah. Sehingga, anak lebih sering berada di dalam daripada di luar rumah.
  • Perkembangan teknologi yang kian pesat membuat anak-anak malas untuk bermain di luar rumah. Sebab, mereka mempunyai banyak alasan untuk tidak meninggalkan rumah karena ada TV, smartphone dan gadget yang dapat dimainkan.
  • Makin berkurangnya area alam, terutama di kota-kota besar. Kalo kamu tinggal di desa, tentu hal ini nggak bakal jadi masalah. Sebab, di desa, masih ada sawah, gunung, hutan atau pantai. Sedangkan di kota-kota besar hanya ada taman, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
  • Di area tanam pun selalu ada larangan untuk menginjak rumput. Jadi, Louv berpendapat jika hal ini bisa mengurangi hubungan si kecil dengan alam.

Dampak dari Nature Deficit Disorder

Ketika mewawancarai ribuan anak serta orang tua di AS, Louv menarik kesimpulan bahwa anak-anak jauh lebih baik saat mereka menghabiskan waktu di luar rumah. Penemuannya tersebut didukung oleh beberapa hasil riset, seperti yang dilakukan di Jepang, di mana berjalan-jalan di alam terbuka bisa menurunkan kadar hormon kortisol sampai 12%. Semakin tinggi kadar kortisol, semakin tinggi pula resiko untuk mengalami kelelahan, stress, depresi, menurunnya kontrol emosi hingga terkena tekanan darah tinggi.

Nggak cuma itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa pikiran negatif yang bisa mengakibatkan depresi akan hilang apabila kamu berada di alam terbuka selama 90 menit. Hasil studi itu pun didukung oleh studi lain yang menemukan bahwa berada di alam terbuka membawa dampak positif buat kesehatan mental dan bisa mengurangi kesedihan serta emosi negatif.

Cara mengatasi Nature Deficit Disorder tentunya dengan meluangkan waktu untuk berlibur ke tempat-tempat bernuansa alam seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Kalau tidak sempat, kamu bisa melakukan hal-hal sederhana, kayak jalan kaki ke taman setiap pagi, piknik kecil-kecilan atau berkebun. Gampang, kan?

Categories
Blog

5 Tips Mengatasi Post-Vacation Blues Pasca Liburan!

Apakah liburanmu kemarin menyenangkan? Berhasil kah untuk mengusir kepenatanmu akibat terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang seakan-akan tidak pernah berhenti? Jika iya, mungkin kamu bakal susah buat move on, tuh!

Udah terlanjur keenakan sama rutinitas yang dilakukan selama liburan, sih. Makanya, kamu jadi berat mau balik ke rutinitas sebelumnya, entah itu kuliah atau bekerja. Kalau merasakan hal tersebut, kemungkinan kamu mengalami post-vacation blues. Apakah itu? Dan bagaimana tips mengatasi post-vacation blues agar tidak mengganggu rutinitas pekerjaanmu?

Mengatasi Post-Vacation Blues

Abis liburan, tuh, harusnya pikiran jadi fresh dan fisik dalam kondisi yang baik untuk mengawali rutinitas, bukannya malah stress. Bila sudah seperti itu, rasa malas seolah hinggap di pundakmu dan nggak mau pergi. Alhasil, kamu pun bakal berat banget buat ngelakuin aktivitas yang sebelumnya ditinggalin sementara untuk berlibur.

Bisa jadi kamu ngalamin post-vacation blues. Kedengarannya lucu, memang. Tapi, fenomena ini dibuktikan secara sains, loh! Bahkan, kalo kondisnya betul-betul parah, bisa membuat penderitanya memerlukan bantuan dari psikolog. Nah, jika kamu mengalami kondisi semacam ini seusai liburan, atasi dengan hal-hal berikut!

1. Beri Tambahan Waktu Cuti 1-2 Hari Untuk Masa Transisi

Ketika merencanakan agenda berlibur, atur lah waktu pulang di awal minggu. Kebanyakan orang justru melakukan kesalahan dengan memilih pulang di Hari Minggu. Sehingga, mereka jadi lebih lelah dan stress karena besoknya harus kembali bekerja.

Kondisi fisik yang masih capek dan pikiran yang belum balik ke asalnya alias masih tertinggal di tempat liburan bukan kombinasi yang bagus buat mengawali rutinitas. Oleh karenanya, luangkan setidaknya 1 hari untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke rutinitas.

Alternatifnya, kamu bisa memilih waktu pulang pada hari Senin atau Selasa. Dengan begitu, seminggu pertamamu bekerja bakal lebih singkat. Cara ini juga dapat mengatasi kondisi post-vacation blues dengan cepat, loh!

2. Bangkitkanlah Memori Selama Liburan

Pas melancong kemarin, apa aja yang kamu lakukan? Mendatangi destinasi yang selama ini cuma bisa kamu lihat di feed Instagram, kah? Atau sibuk memburu kuliner khas daerah yang kamu singgahi? Daripada bermuram durja karena harus segera balik ke rutinitas, lebih baik kenang hal-hal yang membuatmu senang selama liburan.

Kamu juga dapat melakukan sesuatu yang mengingatkanmu akan kegiatan yang dilakukan selama liburan. Misalnya dengan membuat album foto atau video dokumentasi perjalanan liburan. Kamu juga bisa belajar memasak hidangan khas daerah yang kamu cicipi waktu itu untuk mengobati rasa rindumu pada destinasi yang sempat dikunjungi saat liburan.

3. Rencanakan Liburan Selanjutnya

Bagian yang menyenangkan dari liburan itu bukan cuma saat kamu menghabiskan waktu di tempat berlibur, melainkan ketika merencanakannya. Nah, untuk mengusir ke-bete-anmu karena bentar lagi udah mau masuk kerja, buatlah rencana untuk liburan selanjutnya. Entah itu trip ke tempat jauh atau hanya short gateway. Merencanakan liburan berikutnya juga sekaligus bikin kamu punya hal menarik yang layak dinanti!

4. Evaluasi Hidupmu

Tips mengatasi post-vacation bluesyang ke-empat adalah mengevaluasi hidup. Kalo baru pulang liburan kamu malah merasa depresi, coba pikirin lagi, jangan-jangan ada yang salah dengan caramu menjalani hidup. Mungkin kah kamu nggak suka dengan pekerjaan yang sedang dijalani atau sudah jenuh dengan rutinitas sehari-hari?

Evaluasi hidupmu untuk mengetahui kenapa rutinitas yang kamu lakukan terasa membosankan. Kemudian, cari hal-hal baru yang bisa menambah excitement dalam hidupmu. Dengan demikian, kamu bakal mempunyai perspektif baru terhadap hidup serta nggak berlarut-larut dengan post-vacation blues.

5. Rapikan Rumah Sebelum Pergi

Sebelum mengawali rutinitas, siapkan segala hal yang diperlukan, terutama pakaian. Jangan lupa membereskan rumah atau kamar karena pasti bentuknya udah nggak karu-karuan abis kamu tinggalin selama beberapa hari. Kalo nggak segera dibereskan malah bikin kamu tambah stress.

Pastikan sebelum masuk kerja, semua piring kotor dan pakaian yang kamu bawa saat traveling sudah dicuci bersih, ya!

Dengan menerapkan tips mengatasi post-vacation bluesdi atas, kamu akan lebih siap untuk menyambut rutinitas sehabis liburan. Nggak ada lagi rasa malas, stress dan depresi yang menghalangimu untuk kembali melakukan aktivitas yang kamu tinggalkan sementara buat liburan.

Categories
Blog

Jenis Serta Pertolongan Pertama Corona Virus

Kemunculan corona virus di Wuhan, China baru-baru ini mampu menyedot perhatian dunia. Corona virus sebelumnya muncul di Timur Tengah tepatnya di Arab pada tahun 2012 lalu, dan kembali ditemukan di China. Hingga saat ini banyak korban yang berjatuhan akibat 2019-nCoV. Pihak pemerintah hanya berupaya memberikan pertolongan pertama corona virus pada pasien.

Tentang Corona Virus

Corona virus tidak jauh-jauh dari flu, pilek sindrom pernapasan akut (SARS), pneumonia bahkan bisa mempengaruhi kinerja usus. Virus jenis ini diisolasi pertama kali pada tahun 1937 dari virus bronchitis. Jenis virus bronchitis banyak menginfeksi unggas dan sampai pada tahap dimana virus ini menurunkan populasi unggas pada saat itu.

Dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan selama 70 tahun terakhir, diketahui bahwa corona virus juga dapat menginfeksi kucing, tikus, kuda, anjing bahkan hewan ternak. Virus ini dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti MERS, NARS dan penyakit baru yaitu 2019-nCov yang mampu menginfeksi manusia. Disebut 2019-nCoV karena penyakit ini teridentifikasi tahun 2019 lalu.

Jenis Corona Virus

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa corona virus hingga kini memiliki 3 jenis. Ketiga jenis ini sangat berbahaya jika tidak diiberikan pertolongan pertama corona virus. Jika penanganannya lambat, bisa saja virus ini menyerang system kekebalan tubuh manusia bahkan bisa menyebabkan kematian. Berikut ini jenis-jenis corona virus.

1. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

SARS muncul pada tahun 2003 lalu. Seperti virus 2019-nCoV, SARS juga berasal dari China. Virus ini bahkan menyebar ke lebih dari 25 negara di seluruh dunia. Severe Acute Respiratory Syndrome diisinyalir berasal dari penampungan hewan seperti kelelawar dan kucing yang bahkan bisa menular ke manusia.

Selama 2 tahun, ada sekitar 8000 laporan kasus yang disebabkan oleh SARS. Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala seperti batuk, demam, sakit kepala, nyeri otot, diare, dan lemas. Gelaja ini dirasakan pada 2 minggu setelah terinfeksi virus. Pembuatan vaksin untuk mengobati pasien SARS pada tahun 2004 hingga kini masih belum membuahkan hasil.

2. Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Jika virus SARS berasal dari China, maka MERS berasal dari Arab Saudi tahun 2012. Pasien yang mengalami infeksi virus ini biasanya mengalami gangguan pernafasan, batuk, sesak dan demam. Virus ini diduga berasal dari hewan khas Timur Tengah yaitu unta dan menular ke 26 negara di seluruh dunia.

3. 2019-Novel Coronavirus (2019-nCoV)

Virus 2019-nCoV pertama kali ditemukan tahun 2019 di Wuhan, China bulan November lalu. Penyebaran virus ini semakin cepat karena tidak adanya pertolongan pertama corona virus saat itu. Hal ini karena gejala yang ditunjukkan pasien terinfeksi mirip dengan virus flu biasa. Dampaknya baru akan terlihat setelah minggu kedua sejak terinfeksi.

Tindakan Awal Pada Pasien Corona Virus

Gejala yang timbul pada pasien yang terinfeksi virus corona memang tidak terlalu jelas. Pasien akan mulai menampakkan gejalanya pada 14 hari setelah terjangkit virus. Untuk itu kenali tanda-tandanya seperti demam, batuk, susah bernafas. Bila perlu lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memperjes hal tersebut.

Untuk pertolongan pertama corona virus pada pasien bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, perbanyak minum air putih setidaknya 2 liter dalam sehari. Kedua, konsumsi obat atau suplemen penurun panas yang sesuai dengan anjuran dari dokter. Ketiga, kurangi aktivitas berlebih selama dalam masa penyembuhan. Istirahat total selama proses penyembuhan.

Nah itulah ulasan mengenai corona virus serta tindakan yang dilakukan pada pasien yang terinfeksi virus corona. Pertolongan pertama corona virus harus sesegera dilakukan untuk menghindari adanya komplikasi penyakit lain. untuk itu rajinlah memeriksakan kesehatan ke dokter serta jalankan pola hidup sehat dan bersih.

Categories
Blog

Ketahui Fakta Virus Corona yang Mematikan!

Siapa tidak tahu dengan virus Corona yang sedang diperbincangkan di seluruh dunia? Virus mematikan ini menyebabkan 5.4 juta warga Wuhan, China diisolasi karena penyakit ini sangat menular. Banyak negara yang sudah positif tertular Coronavirus. Sedangkan Indonesia yang beberapa waktu lalu dihebohkan adanya pasien yang memiliki gejala mirip virus Corona, dinyatakan negatif. Menko PMK, Muhajir Efendy pun menegaskan virus Corona belum masuk di Indonesia sehingga Indonesia dinyatakan negatif. Namun ada baiknya tetap waspada dengan mengetahui fakta virus Corona untuk selanjutnya melakukan upaya pencegahan agar lebih mudah.

1. Berasal dari Hewan Liar

Coronavirus ditularkan dari hewan liar seperti ular dan kelelawar yang dijual secara ilegal di pasar makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market), Wuhan ibukota China. Kejadian ini terjadi sekitar akhir tahun lalu.

2. Menyebar ke Berbagai Negara

Sampai saat ini virus mematikan Corona menyebar hingga ke negara Hongkong, Nepal, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, Australia, Kanada, Prancis, Jepang dan Makau. Negara Asia Tenggara pun mulai terjangkit seperti Malaysia, Singapura,Thailand dan Vietnam.

3. Satu Inang dengan MERS dan SARS

Corana virus adalah RNA (ribonocluec acid) yang menjadi genetiknya dan satu DNA dengan MERS dan SARS. Ketiganya merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan berat. Tetapi Coronavirus dapat menular bahkan ketika pengidap masih masa inkubasi. Dahulu diduga hanya menular antar hewan namun virus mematikan ini membuktikan bahwa dapat pula menular pada manusia bahkan menyebabkan kematian.

4. Belum Ada Vaksin

Fakta virus Corona yang satu ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya para ahli belum menemukan vaksin untuk mengatasi Novel Coronavirus. Sebelumnya, para pasien yang sampai menderita pneumonia diberi vaksin penyakit tersebut namun ternyata tidak mempan karena Coronavirus adalah jenis baru. Sehingga untuk mencegah penularan, pasien dimasukkan ke dalam tabung khusus.

5. Gejala Batuk Hingga Pneumonia

Para pengidapnya mengalami keluhan batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan , nyeri dada bahkan pneumonia. Orang dengan riwayat penyakit jantung, gagal ginjal akan mengalami gejala yang lebih sengsara. Virus menjangkiti orang dengan sistem imun yang rendah seperti manula dan bayi.

6. Sampai Saat Ini, Korban Meninggal Hanya Warga China

Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah memakan korban sebanyak 25 orang yang semuanya adalah warga China. Umumnya korban yang meninggal adalah manula yang memiliki riwayat penyakit parah.

7. Menghabiskan Dana 1,9 T

Untuk memerangi virus berbahaya ini, pemerintah Tiongkok menghabiskan dana 1.9 T yang disampaikan langsung oleh Kementerian Keuangan Tiongkok. Hal ini belum termasuk para donatur perusahaan di China yang ikut memberikan sumbangsihnya.

8. Upaya Indonesia

Indonesia pun melakukan banyak upaya pencegahan agar Novel Coronavirus (2019-nCoV) tidak menyebar di wilayah Indonesia. Kementerian Kesehatan menyiapkan 135 thermo scanner di pintu-pintu masuk negara. Alat ini mampu mendeteksi orang dengan potensi terjangkit Coronavirus. Selain itu, negara juga memberikan health alert card dan 100 rumah sakit rujukan.

9. Tindakan WHO

Organisasi kesehatan dunia WHO belum menyatakan Corona virus bukanlah “public health emergency”. Perubahan label dapat terjadi sesuai perkembangan virus. Sampai saat ini, WHO hanya menyatakan Coronavirus adalah penyakit darurat bagi China.

10. Semua Pintu Masuk Wuhan Ditutup

Untuk meminimalisir semakin menularnya virus ini semua akses keluar masuk Wuhan ditutup. Aktivitas pelabuhan, bandara dan lain-lain berhenti total. Masyarakat tidak boleh keluar kota Wuhan dan begitu pula sebaliknya tidak ada masyarakat sipil yang boleh mengunjungi kota ini. Akhirnya, Wuhan menjadi seperti kota mati.

Fakta virus Corona di atas membuat semua orang harus waspada dan melakukan langkah pencegahan individu. Agar tidak terjangkit virus mematikan ini upayakan mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik sebelum makan, mengelap barang-barang yang sering dipegang, memakai masker ketika keluar rumah, menghindari pasar hewan dan ternak. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Categories
Blog

Cara-Cara Pencegahan Diabetes Tipe 2 Yang Wajib Dilakukan

Penyakit diabetes sering juga disebut dengan penyakit kencing manis. Diabetes adalah sebuah penyakit yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara terus menerus di dalam tubuh. Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya tentang penyakit diabetes tipe 2 ini. Diabetes tipe 2 ini merupakan salah satu jenis penyakit diabetes yang hanya menyerang orang-orang yang telah dewasa. Perlu diketahui bahwa diabetes tipe 2 ini terjadi karena kegemukan dan obesitas. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang cara-cara pencegahan diabetes tipe 2:

1. Tidur Yang Cukup

Perlu diketahui bahwa seseorang yang kurang tidur dapat memicu resistensi insulin. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa orang-orang yang sering melakukan tidur kurang dari 6 jam setiap malam berisiko tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2. Jadi untuk seseorang yang tidak ingin terkena penyakit diabetes tipe 2, cobalah untuk selalu tidur selama 8 jam setiap malam.

2. Perbanyak Makan Makanan Berserat

Cara pencegahan diabetes tipe 2 yang selanjutnya ialah memperbanyak makan makanan yang berserat. Kurangilah makan makanan yang manis-manis, karena hal tersebut dapat memperlambat aliran glukosa dalam darah. Jika seseorang ingin makan makanan yang manis-manis, maka makanlah buah-buahan yang kaya akan serat seperti buah pir.

Selain itu, gunakanlah beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu sehari-hari. Makanlah beras merah sebanyak 2 porsi atau lebih selama satu minggu  agar tubuh terhindar dari risiko terkena diabetes tipe 2 . Maka dari itu mulai dari sekarang gantilah beras putih dengan beras merah.

3. Menekan Berat Badan

Jaga dan kontrol berat badan agar selalu ideal. Hal tersebut nantinya bertujuan untuk menurunkan resistensi insulin pada tubuh. Selain itu, menjaga berat badan juga dapat mengurangi risiko terserang penyakit diabetes tipe 2. Cara menjaga dan mengontrol berat badan agar terhindar dari diabetes tipe 2 adalah dengan melakukan pembakaran glukosa.

Pembakaran glukosa tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan latihan kardio selama 2,5 jam selama satu minggu. Latihan kardio seperti bersepeda, berlari dan berenang sangat ampuh dalam mencegah penyakit diabetes tipe 2.

4. Hindari Stres

Perlu diketahui bahwa seseorang yang mengalami stress berat akan sangat mudah terserang berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit diabetes tipe 2. Menghindari stress merupakan salah satu cara pencegahan diabetes tipe 2 yang wajib untuk dilakukan. Saat seseorang mengalami stress maka secara otomatis tubuh orang tersebut akan mengeluarkan hormon yang dapat meningkatkan gula darah.

Jadi lakukanlah mediasi atau latihan pernafasan secara rutin dan teratur supaya terhindar dari stress. Tak hanya itu saja, seseorang juga dapat mendengarkan musik yang menyenangkan agar dapat terhindar dari stress. Selain itu, mendapatkan pijatan ternyata juga dapat mengurangi hormon yang dapat menimbulkan stress.

5. Perbanyak Konsumsi Makanan Yang Mengandung Vitamin D

Memperbanyak konsumsi vitamin D merupakan salah satu cara pencegahan diabetes tipe 2 yang paling ampuh. Seseorang yang kekurangan banyak vitamin D akan sangat mudah terserang penyakit diabetes tipe 2. Jadi usahakanlah mengonsumsi vitamin D sebanyak 1000 sampai 2000 IU vitamin D per hari agar terhindar dari bahaya diabetes tipe 2. Vitamin D biasanya terkandung dalam suplemen, ikan dan susu.

6. Perbanyak Konsumsi Makanan Yang Mengandung Asam Lemak Omega 3

Perlu diketahui bahwa asam lemak omega 3 sangat berguna untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Asam lemak omega 3 banyak terkandung dalam ikan. Jadi biasakanlah makan ikan setiap hari agar terhindar dari penyakit diabetes tipe 2.

Itu tadi merupakan beberapa penjelasan tentang cara-cara pencegahan diabetes tipe 2 yang wajib dilakukan. Pencegahan tersebut wajib dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit berbahaya yakni diabetes tipe 2. Penyekit diabetes tipe 2 ini merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, jadi lakukanlah pencegahan di atas mulai dari sekarang.

Categories
Blog

Waspada Gejala DBD, Jika Terlambat Maka Berakibal Fatal

Penyakit musiman seperti DBD kerap menjadi momok bagi masyarakat. Penyakit ini pun menular karena gigitan nyamuk yang membawa virus Dengue. Ada dua jenis nyamuk yang dapat membawa virus tersebut yaitu Aedes aegypty dan Aedes albocpictus. Saat ini, sudah masuk musim penghujan dan rumah sakit dipenuhi dengan penderita DBD. Namun, hal ini jangan sampai terjadi pada keluarga dan diri masing-masing. Ada banyak gejala DBD yang dapat diketahui sejak dini sehingga lebih mudah dicegah dan tidak sampai sakit berhari-hari. Berikut ini gejala-gejala DBD yang dapat diketahui sejak dini tersebut.

1. Suhu Badan Panas Mencapai 40 Derajat Celcius

Gejala ini adalah yang pertama muncul. Suhu badan naik drastis bahkan bisa mencapai 40 derajat.  Seperti kelelahan, tubuh terasa panas dan lemas karena virus Dengue sudah mulai masuk dalam sel darah. Setelah suhu badan ini naik, beberapa hari selanjutnya akan kembali normal. Namun dari sini jangan dianggap sembuh total terlebih dahulu, tetaplah waspada karena suhu badan akan kembali naik dan tubuh telah benar-benar terinfeksi DBD.

2. Pusing atau Sakit Kepala

Sakit kepala yang diderita DBD tidak seperti sakit kepala biasa. Kepala terasa berat dan pening sehingga tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. Rasa sakit ini berada di sekitar dahi dan masuk sampai ke belakang mata. Sakit kepala ini pun terjadi cukup sering dan berlangsung lama.

3. Tidak Nafsu Makan

Virus Dengue yang telah masuk dalam tubuh menyebabkan nafsu makan menjadi turun sehingga mampu menurunkan lagi sistem imun dalam tubuh. Jika sistem imun atau kekebalan tubuh ini terus turun tentu tubuh semakin tidak berdaya untuk melawan virus-virus yang telah masuk dalam tubuh sehingga lebih susah lagi untuk sembuh. Oleh sebabnya, jika mengalami tanda-tanda ini usahakan tetap makan meski tidak banyak agar kekebalan tubuh tidak turun.

4. Nyeri di Beberapa Bagian Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang menurun juga membuat beberapa bagian tubuh menjadi nyeri seperti belakang mata, sendi, tulang dan daerah perut. Nyeri ini berlangsung selama masa suhu panas pertama dan dapat kembali menyerang pada masa panas yang kedua yang artinya sudah masa kritis.

5. Mual-Mual Hingga Muntah

Tak hanya sakit di kepala, penderita DBD akan terus mual-mual hingga muntah. Bahkan bagi beberapa orang sakit perut ini akan menjalar hingga punggung sehingga penderita akan terus berbaring. Kondisi seperti ini akan berlangsung hingga 2-4 hari setelah masa suhu badan naik.

6. Mimisan

Hal umum lain yang sering terjadi pada penderita DBD terutama anak ialah mimisan. Pembuluh darah tiba-tiba bocor sehingga menyebabkan mimisan ini. Jika sudah sampai mimisan  maka artinya penderita sudah mengalami dengue shock syndrome (DSS). Hal ini dapat mengancam nyawa karena pada masa DSS ini rawan kematian. Oleh sebabnya jangan hentikan pengobatan sampai dokter mengatakan telah bebas dari DBD. Sebagaimana diketahui bahwa DBD memiliki masa gejala yang turun kemudian naik lagi.

Jika badan mengalami gejala-gejala DBD seperti di atas segeralah periksa ke dokter agar mendapat obat pencegahan. Dapat pula mengkonsumsi suplemen sehingga sistem imun dalam tubuh menjadi lebih kuat. Tak hanya itu, pengobatan alami juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan daun pepaya dan buah jambu. Jika naik pada tahap kritis, penderita DBD akan mengalami ruam pada kulit. Hal ini setelah suhu badan naik yang kedua kalinya. Jangan abaikan penyakit ini karena mudah menular dan penderita pun menjadi lemas hingga berhari-hari.